Fahima dan Lomba Tumpeng DWP
Berikut ini adalah foto-foto jadul dan liputannya ketika Fahima ikutan Lomba Tumpeng yang diadakan dalam rangka memperingati HUT Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Tokyo. Fotonya juga bisa dinikmati di sini.
Selamat menikmati ^_^
Â
Assalamu`alaikum wr.wb
Mau cerita sedikit oleh-oleh dari ikutan Lomba Tumpeng bulan lalu. Sebelumnya maaf ya baru sekarang dituliskan. Maklum iro-iro atta kara, baru sekarang bisa nulis.
Ceritanya begini.
Pada hari Rabu, tanggal 7 Desember 2006 jam 10 pagi, ibu-ibu Dharma Wanita KBRI Tokyo mengadakan lomba tumpeng dalam rangka meramaikan HUT ke-6 Dharma Wanita Pusat. Lombanya diadakan di Wisma Duta, tempat kediaman pak Dubes dan keluarga. Untuk memeriahkan lomba, panitia mengundang berbagai elemen masyarakat Indonesia yang ada di Tokyo antara Ibu-ibu dari KBRI, BUMN, PIJ (Persatuan Istri-itri Jepang) dan Fahima (Forum Silaturahim Muslimah).
Lombanya sendiri cukup simpel, dalam setengah jam peserta harus menghias tumpeng seindah, serasi dan secantik mungkin, tentu saja dengan tak melupakan kelezatan rasa tumpeng dan pernak-perniknya. Peserta dibagi dalam grup, setiap grup beranggotakan tiga orang. Setiap grup juga akan menerima uang ¥ 10.000 dari Panitia untuk biaya pembuatan tumpeng (porsi untuk 20 orang).
Menu tumpeng juga sudah ditentukan yaitu terdiri dari nasi kuning, sambal goreng daging, ayam goreng, perkedel kentang, dadar telor, dan balado teri kacang kering. Bahan tumpeng sudah disediakan di rumah dan di tempat lomba tinggal menghias dengan hiasan yang telah disediakan panitia.
Demikianlah. Karena kebetulan bertempat tinggal di dekat Wisma dan memiliki waktu luang, dikirimlah perwakilan dari Fahima 3 orang dan 2 suporter. Ketiga perwakilan tersebut adalah mbak Nilam Bekti, mbak Ita Myamaedaira dan mbak Lenny Meguro. Suporternya saya sendiri dan Azka-kun, anak mbak Lenny yang berusia setahun kurang 2 hari ^_^
Pagi itu saya dan Lenny sudah janjian jam 9 pagi untuk berangkat bareng ke Meguro. Saya membawa nasi kuning 2 rice-cooker dan sambel serta cetakan tumpeng. Tahukah mbak-mbak cetakannya terbuat dari apa? Ya, dari kertas kalender sodara-sodara...hihihi. Maklum, karena tidak memiliki cetakan tumpeng yang kerucut dari alumunium itu, akhirnya kami berinisiatif tuk membuatnya dari kalender yang dibentuk dan ditempel pakai selotip. Kata pepatah, tak ada rotan, akarpun jadi ^_~ Lenny membawa nasi kuning 1 rice-cooker, daun pisang, wortel, tomat, pisau, sendok dan alat-alat lain untuk menghias.
Kami naik bis ke Meguro eki dan sampai jam 9.45. Tadinya mbak Nilam dan mbak Ita juga janjian di Meguro eki, tapi karena naik keretanya sempat bablas jadi agak telat. Akhirnya saya dan Lenny jalan duluan ke Wisma, karena khawatir kalau tidak datang duluan, bisa-bisa telat semuanya.
Benar saja, sampai di Wisma lomba sudah mulai sekitar 10 menit. Ibu-ibu kaget juga, mengira kami tak jadi datang. Duh, jadi malu. Tapi alhamdulillah ibu-ibunya pada baik semua, jadi kami tetap boleh ikut lomba, dan waktunya diperpanjang sehingga tetap diberi waktu setengah jam untuk menghias.
Saya yang tidak siap untuk turun tangan, jadi kagok juga. Hehehe...maklum amatir. Mana meja tempat lomba kita tepat di sebelah Ibu Dubes, yang melihat jalannya lomba. Jadi doki-doki mencetak nasinya di bawah tatapan ibu-ibu yang tentunya sudah pada pakar memasak. Kalau mbak Lenny kelihatannya sudah pakar, jadi tetep cool. The show must go on. Dengan cuek dan semangat 45 kami mulai menghias tumpeng.
Azka-kun, satu-satunya bayi yang ada di ruangan tentu saja mencuri perhatian ibu-ibu. Di gendongan bundanya, Azka dengan sabar menemani sang bunda mengupas wortel dan menghias tomat. Sesekali ia merengek, dan beberapa ibu mencoba membantu menggendong. Tapi Azka maunya sama bunda aja. Hehehe. Belum kenal kali yaa...Azka-kun :x
Sekitar sepuluh menit kemudian, mbak Nilam, Rashid-kun dan Ita datang. Saya segera keluar dari arena dan membantu menggendong Azka. Hebat, walaupun nafas masih ngos-ngosan, mbak Nilam dan mbak Ita langsung cekatan bergerak, memotong ini itu, menghias di sana-sini. Di mata ibu-ibu yang ada di ruangan itu, terlihat sorot kekaguman pada ibu-ibu muda ini, yang tetap berganbatte mengikuti lomba sambil membawa bayi. Subhanallah :)
Saya lihat ibu-ibu peserta lomba yang lain sudah hampir selesai menghias. Wah, pada hebat dan cantik deh. Tapi yakin tumpeng kita ngga kalah cantik. Ketika peserta yang lain sudah habis waktunya, kami masih punya sekitar 10 menit untuk meneruskan. Setelah selesai, para juri segera melakukan penjurian. Jurinya adalah Bapak Dhani Irfansyah (Guru SRIT), Bapak Hidayat (KBRI) dan Ibu Erika Tanaka (Anggota DWP KBRI Tokyo).
Fiuuh, lega. Walaupun mungkin tak sehebat ibu-ibu yang lain, tapi kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Nih, lihat fotonya. 
Cantik yaa...^_^
Setelah lomba, kami mengikuti ceremony ulang tahun Dharma Wanita. Wah, seumur-umur belum pernah ikutan acaranya ibu-ibu Dharma Wanita, maklum baru masuk golongan ibu muda. Lucu juga ikutan acaranya ibu-ibu. Ada sambutan Ibu Dubes, laporan pelaksanaan ulang tahun DWP oleh panitia, menyanyikan lagu-lagu Dharma Wanita, dan tentu saja yang paling ditunggu, pengumuman hasil lomba tumpeng ^_^
Alhamdulillah, walaupun tidak mendapat juara, tapi kami senang sekali bisa ikut memeriahkan acara ini. Tentu saja ini merupakan suatu hal yang sangat baik, karena ibu-ibu dari KBRI mau mengundang Fahima untuk ikut serta dalam acara. Ini tandanya ke-eksistensi-an Fahima mulai diakui. Mudah-mudahan hubungan ini terus dapat dipupuk di kemudian hari. Bukankah Allah sangat menyukai hamba-Nya yang memupuk tali silaturahmi?
Sehabis pengumuman lomba, kami berfoto bersama Ibu Dubes dan peserta yang lain. Mbak Nilam tidak ikutan karena khawatir membangunkan Rashid-kun yang sedang tidur.
Setelah ceremony selesai, acara dilanjutkan dengan makan siang tumpeng hasil bikinan sendiri ^_^
Ibu Dubes : "Wah, enak-enak semua nih kayanya, mau ambil yang mana yaa?"
Demikianlah cerita seputar lomba tumpeng. Setelah mengikuti acara tersebut, jadi terpikir agar di Fahima diadakan kegiatan-kegiatan peningkatan keterampilan seperti memasak, menjahit, memotong rambut/salon dan lain-lain seputar keterampilan muslimah yang tentu akan sangat bermanfaat di negeri yang living cost-nya cukup mahal dan fasilitas untuk muslimahnya terbatas.
Jadi, kalau ada undangan untuk ikut lomba lagi, mudah-mudahan tim Fahima bisa menang.
Yosh, gambarimasyou!
wassalam,
-peliput lomba tumpeng ^_^-
Â
Â
diambil dari http://ulyaismet.blogspot.com/2006/01/lomba-tumpeng.html
Login Form
Pengunjung
Kemarin299
Minggu ini898
Bulan ini3282
Currently are 19 guests and one member online


