Tips Praktis

Memilah Sampah Mulai Dari Rumah



Sudahkah pemerintah kita memperlakukan "sampah kita" selayaknya?. Menurut Koordinator Peneliti dari Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Dr Eko Sugiarto di KCM online 10 januari 2004 "Tidak ada satu pun tempat pembuangan sampah akhir di Indonesia, termasuk TPA Bantar Gebang, Bekasi, yang menerapkan sistem sanitary landfill. Yang mereka lakukan sekadar menumpuk sampah dan menimbunnya ke dalam tanah,"

Bagaimana dengan kita sebagai ibu rumah tangga, apakah kita hanya menunggu dinas kebersihan kota kita selalu mengangkutkan sampah-sampah kita yang ternyata masih diperlakukan tidak selayaknya? Dan pemerintah daerah masih juga sulit bersikap dalam mengatasinya. Dalam buku Nagoya Living Guide, ! Kehidupan sehari-hari di nagoya, bab Penanganan sampah ditempatkan urutan bab ke tiga setelah masalah air, listrik,dan gas di bab pertama dan pelayanan online dan telepon di bab ke dua. Hal ini jelas perhatian pemerintah daerahnya memprioritaskan informasi penanganan sampah, tanpa mengabaikan informasi-informasi hal penting lainnya.Alangkah sayangnya sampah-sampah itu yang sudah selayaknya tidak kita gambarkan sebagai sampah yang tidak berguna, kita lepaskan kepergiannya ke TPA yang pada akhirnya kita sendiri tidak menyukainya karena berbagai permasalahannya yang tidak akan pernah selesai.

Sebagai ibu rumah tangga yang tentunya ingin ikut berperan optimal dalam mengatasi masalah sampah. Jalan termudah bagi para ibu rumah tangga adalah menyiapkan sampah rumah tangganya sebagai sampah yang siap di daur ulang. Kita siap menempatkan aktivitas pemilahan sampah menjadi barang yang siap di daur ulang sebagai aktivitas sehari-hari yang perlu diprioritaskan.

Mengatasi masalah sampah sehari-hari dapat didasarkan pada prinsip 4R-P (reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), recycle (mendaur ulang), replace (mengganti barang berpotensi sampah ke arah bahan recycle), participation (pelibatan masyarakat)). Berdasarkan pengalaman sehari-hari penulis di nagoya dengan mengikuti prinsip di atas, ada beberapa tips dalam memilah, mengurangi dan mengatasi sampah mulai dari rumah kita.

TIPS SAAT BERBELANJA
1. Rencanakan setiap berbelanja, kalau perlu buatlah jadwal berbelanja
2. Bawalah selalu tas/keranjang belanja sesuai kebutuhan baik jenis dan volumenya. Siapkan tas/keranjang ! belanja khusus untuk belanja yang mudah perawatannya dan praktis membawanya serta tahan lama
3. Check selalu barang yang ingin dibeli benar-benar dibutuhkan dan belum ada di rumah. Jangan sampai membeli barang yang sama.
4. Bila ada pilihan, saat berbelanja pilihlah barang belanjaan yang tanpa bungkus plastik atau pilihlah barang-barang yang bersifat ramah lingkungan.
5. Di kasir atau saat membayar, siapkanlah kata-kata "tidak perlu nota pembayaran dan kantong plastik belanja". dan mintalah label-label, pernik-pernik dan pembungkus/kardus yang tidak perlu untuk dilepaskan agar tidak kita bawa pulang.

TIPS SAAT DI DAPUR
1. setiap memulai memasak siapkan wadah khusus untuk sampah organik (sisa-sisa pengolahan sayur, ikan dan daging) dan wadah khusus sampah plastik.
2. memasak sesuai kebutuhan, agar tidak mubazir sehingga memperbanyak sisa-sisa makanan.
3. setiap selesai memasak dan mencuci peralatan masak, sampah organik dapur langsung
kita masukkan ke alat pengolahan sampah organik. sedangkan sampah plastik yang benar-benar kotor kita cuci bersih dan dikeringkan. bila sudah kering masukkan ke tempat sampah plastik. Hal ini akan berkurang bila kita semakin mengurangi penggunaan plastik sampai ke dapur.

TIPS SAAT DI RUMAH & LINGKUNGAN SEKITAR
1. Siapkanlah tempat untuk 6 jenis sampah (dimana sampah ini kita sikapi barang yang siap untuk direcycle/didaur ulang,masing-masing disimpan dalam keadaan bersih)
a. sampah organik
b. sampah plastik
c. sampah kertas
d. sampah botol plastik
e. sampah kaleng
f. sampah botol gelas (spt botol kecap, botol sambal dsb)
g.sampah barang rumah tangga lainnya
Selain sampah organik, bisa tempatkan dalam kardus/wadah bersih yang telah kita namai masing-masing jenis sampah.
2. buanglah sampah siap daur ulang kita sesuai tempat yang kita sediakan dalam keadaan bersih
3. bila di jepang ada hari-hari pembuangan berdasarkan jenis sampah yang telah ditetapkan dinas kesehatan pemerintah daerah. Maka di indonesia kita bisa menghubungi salah seorang/kelompok pemulung/pengumpul barang siap daur ulang terdekat di daerah kita untuk bisa mengambilnya sesuai yang dia butuhkan.
Tentunya mereka senang dengan barang yang kita kumpulkan bersih dan siap dijual.
Kalau kita berikan sukarela berarti menjadi amal shodaqoh bagi kita. Kalau kita menjualnya kepada dia juga tidak salah asal suka sama suka, lumayan juga menambah uang belanja kita. Bila rutin kita lakukan, pemulung/pengumpul pun akan rutin mengambil barang siap daur ulang kita.
5. untuk sampah organik, siapkan alat pengolah sampah organik di halaman rumah kita, yang menghasilkan kompos siap dipakai untuk memupuk tanaman di pekarangan kita

TIPS SAAT BEPERGIAN
1. siapkan kantong plastik bersih khusus untuk menyimpan sampah kita selama perjalanan.
2. ingat selalu tidak boleh sia-siakan sampah kita sendiri selama perjalanan, saat makan permen, masukkan bungkus permen dalam kantong yang telah kita siapkan, saat beli minuman botol bila telah kosong masukkanlah juga ke kantong yang sama.
3. bawa pulang sampah kita selama perjalanan, jangan buang sembarangan, kalaupun ada tempat sampah diluar ingatlah, pemilahan belum tentu dilakukan.
4. meski anda membawa mobil, saat pulang jangan biarkan sampah kita tinggalkan didalam mobil, meski di mobil ada tempat sampah khusus
5. sampah yang kita bawa pulang masukkan ke tempat sampah yang kita siapkan sesuai jenisnya dalam keadaan bersih.

Bila keempat tips di atas kita tanamkan dalam diri, dan anggota keluarga dan dibiasakan alangkah mungkin kita tidak akan pernah punya sampah yang perlu dibawa ke TPA, yang pasti akan meminimalkannya. Bila kita nantinya berhasil membuktikannya, kenapa tidak untuk mengajak kerabat keluarga, tetangga sekitar dan teman untuk bergabung mengatasi masalah sampah mulai dari rumah kita?

disusun oleh : Noor Amalia Ulfa

Sumber :
-Mereka Itu Banyak Bohongnya, tulisan Budi Suwarna, KCM online 10 januari 2004
-Mengelola sampah, mengelola gaya hidup pengelolaan persampahan : menuju Indonesia Bebas Sampah (Zero Waste), Walhi online 27 mei 2004
-Si Pesat Cara Depok Menuju Bersih, Nur Mahmudi Isma?fil, KCM online, 14 Juni 2006
-Nagoya Living Guide, Daily Life In Nagoya, Waste Disposal, 2006.
-pengalaman sehari-hari

Login Form

Pengunjung

Hari ini222
Kemarin392
Minggu ini2445
Bulan ini7511

Currently are 25 guests and no members online

Kontak Kami

Pendaftaran Donasi
  • This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Japan Post Bank
(ゆうちょ銀行)

No. rekening : 13130-16200161
Atas nama:
ファヒマ (Fahima)