Mahkota Syurga untuk Ibu dan Ayah
Sepasang hamba Allah telah menyatukan cinta karenaNya dan dengan niat tulus ikhlas berjanji dalam perjanjian yang kokoh (Mitsaqan Ghaliza) untuk beribadah melaksanakan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam membeli SyurgaNya. Setelah perjanjian itu dilakukan, mengalirlah doa penuh keberkahan, yang di aamiinkan para malaikat. Keberkahan akan sebuah pernikahan melahirkan sebuah peradaban baru yang akan melahirkan kebaikan dari peristiwa baik tersebut. Keberadaan kita saat ini adalah kehendak Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang berawal dari proses Mitsaqan Ghaliza antara Ibu dan Ayah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala memuliakan Ibu dan Ayah dengan memerintahkan kepada kita untuk berbakti kepada keduanya dan Allah meletakan hal tersebut secara berdampingan dengan ibadah kepadaNya.
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada Ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya….(Q.S Al-Israa:23)
Kedua orang tua kita adalah pemberian terindah dari kekasih kita yang maha pemberi, diawali dengan pemberian yang tanpa pamrih, juga terlahirkan kasih yang tanpa pamrih dengan penuh ketulusan membesarkan, mengajarkan dan membimbing kita untuk mengenali dunia meraih cita untuk kembali pada kekasih sang maha pemberi. Ibu tak pernah mengeluh ketika kita berada di rahimnya dengan nakal mengganggu kesehatannya, rela berbagi makanan dengan kita, mengajak kita kemana saja selama sembilan bulan dan berjuang mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan kita ke dunia. Di masa kecilpun tak pernah henti-hentinya merepotkan Ibu, kenakalan kita dibalas dengan senyuman manisnya dan kesedihan kita beliau tenangkan dengan pelukannya. Ayah seorang kepala keluarga juga mengajari kita untuk kuat dan mandiri sehingga harus siap menyelesaikan segala permasalahan dan meletakan rasa tawakal pada pertolongan Allah Subhanahu wa ta’ala.
Begitu banyak kisah dan cinta terukir di kehidupan kita bersama kedua kekasih kita tersebut yang dengan setia menemani kita dalam menjalani kehidupan dunia hingga saatnya menapaki Mitsaqan Ghaliza seperti mereka. Bagaimanapun juga setiap dari kita dalam perjalanan kehidupan bersama keduanya tidaklah sama. Setiap kisah perjalanan hidup berlandaskan keimanan pada Allah Subhanahu wa ta’ala meyakinkan kepada kita akan perintahNya untuk memperlakukan mereka dalam keadaan baik,
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. doa sebagai hadiah rahasia untuk mereka alangkah baiknya tak lupa kita lantunkan.
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.(Q.S Lukman 14-15)
Pemberian Ibu dan Ayah yang tanpa pamrih, indahnya dibalas dengan hadiah istimewa dengan tak lupa berdoa untuk keduannya, hanya kepada Allah lah kita memohon untuk dibalas segala kebaikan mereka pada kita.
…….“Robbirhamhuma kamaa rabbayaani shagiiro” (Wahai Rabb-ku kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku diwaktu kecil)( Q.S Al-Israa : 24)
Ketika dewasa, disaat berbagi cinta dimana Allah memberikannya secara fitrah membawa pada jenjang mitsaqan ghaliza, di saat itu pula seorang wanita berganti kewajibannya kepada seorang suami. Disinilah indahnya keberkahan dari sebuah doa, dapat menyatukan dua hati yang telah terlepas kewajibannya tetapi tetap erat untuk tetap saling berbagi. Pendidikan kehidupan melalui agama yang Ibu dan Ayah berikan secara nyata akan membekas pada kuatnya tekad sang buah hati untuk selalu memberikan yang terbaik bagi Ibu dan Ayah walaupun sudah berjauhan secara fisik. Doa untuk bertemu di Syurga dan doa untuk dapat mengenakan mahkota syurga kepada keduanya diajukan kepada sang khaliq.
Mahkota hanya diberikan bagi orang yang akan dimuliakan seperti raja dan ratu yang dimuliakan oleh rakyatnya. Mahkota di dunia hanya ada untuk keluarga kerajaan, dan hal itu tidak kekal seperti apa yang dijanjikan Allah Subhanahu wa taala. Mahkota terindah ada di Syurga, dan semua itu dapat kita peroleh dengan menguatkan azzam menjadi penghafal Al-Qur’an.
Mu’adz bin Anas menyebutkan bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam bersabda :
“Barangsiapa yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya maka ia akan dipakaikan kepada kedua orangtuanya mahkota yang sinarnya lebih terang daripada sinar matahari di dunia pada hari kiamat nanti, kalaulah sekiranya ada bersama kalian, maka apa perkiraan kalian tentang orang yang mengamalkannya (Al-Qur’an)” (HR Ahmad, Abu Daud, Al-baihaqi, dan Al-Hakim)
Mahkota Syurga untuk Ibu dan Ayah adalah hadiah istimewa yang tak akan hilang begitu saja dengan kekuasaan dan semua itu dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala bisa kita lakukan, karena Allah juga telah menjanjikan pada kita
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (Q.S Al- Qamar :17,22, 32, 40)
Insya Alloh setiap niat baik dan dengan memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk memohon dikuatkan dalam beribadah, Allah akan membukakan pintu kemudahanNya. Selamat mempersiapkan mahkota terindah yang tidak dijual dimanapun, tapi ia ada karena usaha dan niat tulus ikhlas karenaNya.
Diambil dari radiopengajian.com
Sumber : Revolusi Menghafal Al-Qur’an karya Yahya Abdul Fattah Az-Zawawi (Al-Hafidz)Penerbit : Insan Kamil
Login Form
Pengunjung
Kemarin392
Minggu ini2442
Bulan ini7508
Currently are 31 guests and no members online


