Kawasaki disease
Saya ingin berbagi pengalaman & info tentang Kawasaki Disease yang diderita putriku, namanya Inas. Tulisan ini hasil pengalaman pribadi, diskusi ama Sensei n baca2 dari beberapa journal. Semoga ada manfaatnya terutama buat para ibu yang punya anak dibawah 5 tahun. Jadi ceritanya ini adalah oleh2 dari rumah sakit....
Sudah 3 hari Inas mengalami demam, demamnya cuma malam, biasanya mulai jam 02.00 , berlangsung kira2 4 jam-an, setelah itu normal kembali,siangnya juga main seperti biasa. Demam berkisar 38-39derajat, tidak ada tanda2 yang lain, seperti batuk atau pilek.
Hari ke 4, timbul pembengkakan kelenjar limfe dibawah leher, ke! lihatannya nyeri. Soanya Inas kalau menggerakkan lehernya menangis. Akhirnya kami putuskan untuk membawa Inas ke Rumah sakit, karena sumber infeksi juga tidak jelas. Padahal hari itu bertepatan dengan pindahan rumah. Di RS Inas langsung dicek darahnya, hasilnya peningkatan kadar CRP dan leukosit. Dari sini diagnosa awal belum ketahuan, dokternya cuma bilang mungkin ada infeksi, tapi belum jelas sumbernya. Inas juga di konsultasikan ke bagian THT. Di bagian THT ini juga tidak ditemukan kelainan. Akhirnya Inas disuruh pulang dan dibekali obat penurun panas dan antibiotika. tapi harus cek ulang jika demam masih ada.
Setelah makan antibiotika, ternyata ada perbaikan, kelenjar limfe mengecil,inas juga sempat bebas demam 1 hari, namun 2 hari kemudian demam lagi, sekarang malah demamnya berlangsung lebih lama, dan tidak respon sama antipiretika (penurun panas), ditambah kedua matanya menjadi merah tanpa sekret, timbul bintik2 kemerahan pada tangan, kaki, perut, dada dan punggung.
Saya kira Inas terkena alergi debu atau alergi antibiotika, so antibiotika di stop...tapi kok tidak ada perubahan juga, hati ini mulai cemas, hari keenam dari mulainya demam Inas kami ajak ke klinik lagi, setelah diperiksa dan anamnesis, dokter klinik memutuskan untuk membawa Inas kerumah sakit, katanya Inas harus dirawat...dan dilakukan pemeriksaan khusus...duh tambah sedih hati ini.
Sakit apakah gerangan anakku????
Sore itu juga kami bawa Inas ke RS,sampai di emergency inas langsung diperiksa, awalnya dokternya menduga inas terkena campak, tapi kubilang imunisasi Inas lengkap, lagian tidak ada tanda2 khasnya campak, terus diperiksa ulang secara teliti, akhirnya dokter mengatakan Inas terkena Kawasaki disease.
Terus terang baru sekali ini aku denger penyakit ini,akhirnya diputuskan Inas harus dirawat minimal 2 mingguan katanya. Dokter juga memberi pilihan kalau mau dirawat di Indonesia jg boleh, soalnya disini tidak ada keluarga nanti repot, perawatannya lama katanya. Tambah sedih aku, bingung.. mau pulang atau tetap bertahan di Jepang. Dokter juga menjelaskan sedikit tentang kawasaki ini.Malam itu benar2 aku merasa orang yang paling tidak beruntung...kenapa mesti anakku yang menderita ini....untungnya suami sabar dan memberikan semangat padaku, semua orang pasti ada cobaannya, dan Allah tidak akan memeberikan cobaan diluar batas kemampuan hambanya, semua ada hikmahnya.....
Ok deh...sekarang tentang Kawasaki disease...
Definisi
Kawasaki Disease adalah suatu sindroma yang penyebab pastinya tidak diketahui, terutama menyerang anak dibawah 5 tahun, menyebabkan demam,konjungtivitis (kedua mata merah) tanpa sekret, kemerahan pada bibir dan membran muko! sa mulut, pembesaran kelenjar limfe bawah leher (lymphadenopathy) serta timbul bintik2 merah terang (maculoerythematous) pada kulit perut,punggung kaki dan tangan yang dapat menjadi berat dengan timbulnya pembengkakan pada kaki dan tangan dan diakhiri dengan mengelupasnya kulit sekitar kuku kaki dan tangan.
Sindroma ini pertama kali diketahui pada akhir tahun 1960 di Jepang oleh dokter anak Tomisaku Kawasaki. Nama lain sindroma ini Mucocutaneous lymphnode sindrome. Disebut demikian karena penyakit ini menyebabkan perubahan yang khas pada membran mukosa bibir dan mulut disertai pembengkakan kelenjar limfe yang nyeri.
Angka kejadian Kawasaki disease di USA adalah 19 anak tiap 100.000 anak. Penyakit ini paling banyak di Jepang, kemudian Korea. Tetapi dapat juga menyerang seluruh etnik.
Yang ditakutkan pada penyakit ini adalah efek sampingnya ke Jantung, namun jika terdiagnosis dan ditherapi dengan cepat, kemungkinan kerusakan jantung sangat2 kecil.
Etiologi
Penyebab pasti penyakit ini sampai sekarang tidak diketahui. hasil penelitian Prof. Anne H Rovley dkk, menunjukkan adanya antibody Immunoglobulin A (IgA) yang berikatan dengan struktur spheroid pada bronkhus penderita kawasaki. Antibody ini merupakan inclusion bodies berisi protein dan asam nukleat yang merupakan ciri khas infeksi disebabkan virus. Dari hasil temuan ini mereka menduga penyebab kawasaki disease adalah infeksi virus yang masuk melalui jalur pernapasan. Namun sampai sekarang tidak ada seorangpun yang dapat membuktikannya.
Gejala dan Tanda
Gejala dan tanda Kawasaki disease terdiri dari dua fase. Fase pertama (awal) ditandai dengan demam yang tinggi, berkisar 39-41 derajat celcius, berlangsung lebih dari 5 hari, kemudian diikuti dengan : pembengkakan kelenjar limfe bawah leher yang nyeri, kedua mata merah tanpa sekret, rash pada dada, perut dan daerah genital, bibir yang kering, merah terang dan pecah-pecah, lidah yang merah dengan permukaan mengkilap seperti buah stroberry, iritasi pada tengggorok, pembengkakan kaki dan tangan.
Fase kedua (akhir) biasanya dimulai 2 minggu sejak timbulnya panas. Kulit kaki dan tangan mulai mengelupas, nyeri pada sendi, diare, muntah dan kadang-kadang nyeri abdomen (perut).
Pada fase kedua ini, Inas hanya mengalami pengelupasan kulit kaki dan tangan. Di Jepang, biasanya tanda khas kawasaki adalah BCG Scar menjadi abces (bernanah). Semua penderita kawasaki yang dirawat di RS Toyonaka tempat Inas dirawat mengalami hal ini. Sementara BCG scar Inas tidak menjadi abces. Satu hari dirawat Inas jg sudah bebas demam, tanda kawasaki yang lainpun langsung hilang, padahal Inas belum mendapat therapi utama untuk kawasakinya. Dokter yang merawat Inaspun menjadi ragu, apakan Inas benar2 menderita kawasaki. Apapun diagnosis penyakit Inas, yang jelas aku sangat bersyukur kepada Allah, Inasku cepat pulihnya, meski harus tetap dirawat untuk melakukan beberapa test.
Diagnosis
Tidak ada pemeriksaan khusus yang dapat dijadikan patokan diagnosis pasti kawasaki disease. Diagnosis hanya berdasarkan gejala dan tanda kawasaki, yaitu demam tinggi yang lebih dari 5 hari disertai minimal 4 gejala kawasaki yang lain. Jika ada ini maka diagnosis kawasaki disease sudah dapat ditegakkan. so...Inas didiagnosis kawasaki karena mengalami demam tinggi lebih dari 5 hari disertai lebih dari 4 gejala kawasaki disease yang lain. Meski pada awalnya dokter sempat ragu, namun akhirnya Inas didiagnosis menderita Kawasaki disease.
Therapi
Diagnosis dini yang cepat dan segera dilakukan pengobatan merupakan hal yang sangat penting bagi penderita kawasaki. Sebab dengan pengobatan yang cepat dan tepat, terutama pada 10 hari pertama setelah timbulnya panas, risiko timbulnya komplikasi ke jantung sangat kecil atau bahkan tidak ada.
Penderita kawasaki biasanya ditherapi dengan Gamma Globulin dosis tinggi yang diberikan secara intravena (Intravenous Gamma Globulin - IVIG). Pemberian IVIG ini untuk mengurangi risiko kelainan jantung. Namun hanya berfungsi jika diberikan dalam waktu 10 hari pertama sejak timbulnya demam, jika terlambat maka pemberian IVIG ini sia-sia. Beberapa kasus menunjukkan tidak respon dengan IVIG, maka therapi dapat dikombinasi dengan preparat steroid. Untuk kasus relaps (kambuh) juga biasanya dikombinasi dengan steroid.
Kasus Inas kemarin, karena dokter pada awalnya ragu, inas menderita kawasaki atau bukan, maka saya menjadi ragu juga, apakan Inas perlu mendapat IVIG, mengingat efek samping pemberian IVIG yang dijelaskan dokter begitu banyak, namun dengan berbagai pertimbangan, akhirnya saya memutuskan agar Inas mendapat IVIG. Inas mendapat IVIG selama 20 jam. Selama itu Inas kelihatan lemah, kesakitan dan rewel. Belum lagi Ecogram yang selalu menempel pada dadanya untuk memonitor jantung Inas. Kulihat betapa menderitanya Inasku, tak kuat rasanya untuk melihatnya, kalu bisa digantikan, kuingin aku saja yang mengalami sakit ini. Betapa aku tak ingin sedetikpun menjauh dari Inas, menemaninya, memberinya semangat dan menghiburnya. Jadi Ingat sama Ibu di Indonesia, baru nyadar kasih ibu itu tulus. Eh maaf jadi curhat....lanjut ya..
Selain IVIG, Aspirin juga diberikan untuk mengurangi demam, rash, nyeri dan peradangan sendi serta untuk mencegah pembentukan bekuan2 darah. Pemberian aspirin ini minimal 1 bulan. Inas sempat 5 hari mendapat aspiri, namun setelah dicek kadar SGOT dan SGPT (fungsi hati) yang meningkat, maka aspirin distop diganti dengan ibuprofen yang memiliki efek samping ke hati jauh lebih kecil dibanding aspirin. Inas mendapat Ibuprofen selam 1 bulan.
Setelah mendapatkan IVIG Inas menunjukkan perbaikan yang drastis, sampai sejauh ini jantungnya juga sehat. Inas juga sudah tidak pernah demam lagi, malah sering bermain di tempat bermain, alhamdulillah sekali. Akhirnya aku minta izin ke dokter yang merawat untuk membawa pulang Inas, namun tidak diizinkan, katanya tetap harus dirawat minimal 2 minggu, kebanyakan kasus di RS tersebut, biasanya demam akan muncul kembali, ditakutkan kawasaki relaps. Ternyata benar, hari ke 10 dirawat, inas mengalami demam kembali, bahkan mencapai 42 derajat, Inas sempat tidak sadar. Aku sangat khawatir dan takut kawasaki relaps lagi. Sepanjang malam tak henti aku berdoa, semua kuserahkan kepada Allah. Hari ke 11 Inas dicek kembali darahnya, diduga Inas terkena influenza, so Inas diisolasi. Alhamdulillah hasil test influenza negative. Kata dokternya, kalau kasus kambuh kawasaki ditandai dengan demam yang disertai satu gejala yang lain. Inas hanya demam, tanda kawasaki yang lain tidak ada, so dokter berkesimpulan Inas hanya mengalami Pharingitis yang menyebabkan demam. Inaspun mendapatkan antibiotika. Alhamdulillah, sekali lagi aku bersyukur kepadaNya. Keesokan harinya Inas sudah tidak demam lagi dan genki lagi. Sejauh ini jantung Inas juga tetap sehat. Tepat hari ke 14 dirawat Inas boleh pulang dengan catatan tetap kontrol jantung secara rutin.
Prognosis
Prognosis penyakit kawasaki adalah baik jika diagnosis dini dan therapi tepat segera diberikan. Kemungkinan mendapat kelainan jantung sangat kecil bahkan tidak ada. Kasus relaps yaitu jika demam muncul lagi disertai 1 gejala yang lain dalam periode 1 bulan sejak demam pertama adalah <1%. Jika timbul kembalai dalam periode setelah 1 bulan, tidak dapat ditentukan apakah kasu relaps atau kasus baru.
Komplikasi
Komplikasi yang ditakutkan adalah kelainan jantung, antara lain : dapat menyebabkan peradangan pembuluh darah (vasculitis) yang akhirnya menyebabkan kelainan pada artery coronary. Artery coronary merupakan pembuluh darah besar yang sangat penting untuk mensuplai darah dari jantung ke seluruh tubuh. Pada penderita kawasaki, arteri ini menjadi menipis dan menggelembung,sehingga aliran darah menjadi tidak lancar, lambat dan berputar pada daerah yang rusak ini. Darah juga bisa menggupal sehingga terbentuk bekuan2 darah yang dapat menjadi sumbatan sehingga terjadi serangan jantung.
Komplikasi yang lain terjadi juga peradangan pada otot jantung (myocarditis), selaput pembungkus jantung (pericarditis). arrhytmias (kelainan irama jantung) dan abnormalitas fungsi katup jantung juga dapat terjadi.
Dulu sebelum kawasaki disease diidentifikasi, sehingga therapi dini tidak
dilakukan, banyak kasus kawasaki yang mengalami mati mendadak karena serangan jantung. Namun setelah diagnosis diketahui dan therapi dini dilakukan, kasus serangan jantung sangat kecil.
Jadi diagnosis dan therapi dini memegang peranan yang sangat penting. Karena itu sangat penting mengetahui gejala dan tanda kawasaki sehingga pengobatan dini dapat dilakukan.
Ok dehh segitu dulu sekilas info tentang kawasaki disease, semoga bermanfaat...
Mohon doa juga, semoga penyakit yang diderita Inasku tidak membekas pada jantungnya, meski tetap kontrol sampai usia 5 tahun, semoga setiap hasil cek jantung sehat. SEMOGA JANTUNG INAS SEHAT SELALU. Amiiin.....
Login Form
Pengunjung
Kemarin392
Minggu ini2424
Bulan ini7490
Currently are 22 guests and no members online


